Kamis, 13 November 2014

ASAL MULA BERDIRINYA TULUNGAGUNG

Dalam sejarah babad Tulungagung disebutkan bahwa nama Tulungagung tidaklah timbul dengan tiba-tiba. Telah banyak musim silih berganti berikut masa-masa yang dilampauinya, yang semuanya itu meninggalkan kenangan-kenangan yang tersendiri di dalam lembaran riwayat terjadinya Kota Tulungagung. Apa yang dapat kita kenang dari nama Tulungagung, Berikut catatan wartawan Mataram Timur, Hariyanto.
Tulungagung berasal dari dua kata Tulung dan Agung. Kata Tulung mempunyai dua arti
Pertama : Tulung dalam bahasa Sanskerta artinya sumber air atau dalam bahasa Jawa dapat dikatakan Umbul.
Kedua : Tulung yang berarti pemberian, pertolongan atau bantuan.
Adapun "Agung" berarti besar.
Jadi lengkapnya Tulungagung mempunyai arti "Sumber air besar" atau "Pertolongan besar".
Menurut Mbah Wo, Juru Kunci Eyang Agung Tjokrokoesoemo, Wajak Kidul. Meskipun sumber air dan pertolongan itu berlainan artinya, namun di dalam sejarah Tulungagung keduanya tak dapat dipisahkan, karena mempunyai hubungan erat sekali dalam soal asal mula terbentuknya daerah maupun perkembangannya. Dahulu orang menyebutnya Kabupaten Ngrowo, ialah sesuai dengan keadaan daerahnya yang kesemuanya tidak jauh letaknya dari sungai. Misalnya : Gledug, Patjet, Waung, Tawing dll; Sebelum dijadikan Kabupaten daerah-daerah itu dikuasai oleh para Tumenggung. Dibawah perlindungan Kerajaan Mataram.
Mbah Wo menjelaskan dahulu daerah Ngrowo itu tidak seluas sekarang. Semenjak Katemenggungan diubah kedudukannya menjadi kabupaten, maka diperlukan adanya perluasan daerah. Tidak cukup hanya terdiri rawa-rawa saja, tetapi membutuhkan pula daratan untuk kemakmuran masyarakatnya.
Bantuan-bantuan dari kabupaten sekitarnya sangat dibutuhkan. Ini terjadi pada sekitar abad ke-19. Kabupaten Blitar menyumbang daerah Ngunut. Kabupaten Ponorogo menyumbang daerah pegunungan Trenggalek. Sedangkan Kabupaten Pacitan menyumbang daerah pantai selatan yaitu Ngrajun, Panggul dan Jombok. Dengan demikian Kabupaten Ngrowo dahulu daerahnya hingga Kabupaten Trenggalek. Bantuan berupa daerah tersebut merupakan 'pertolongan yang besar bagi pembentukan Kabupaten Ngrowo.
Sebelum dijadikannya kabupaten daerah-daerah tersebut dikuasai oleh para Tumenggung di bawah perlindungan kerajaan Mataram.
Bupati pertama hingga ke XI masih disebut Bupati Ngrowo. Baru pada tahun 1901 nama Ngrowo itu diganti dengan Tulungagung. Ketika itu yang menjadi bupatinya R. T. Partowidjojo. Beliau yang menyelesaikan perubahan nama tadi karena menjabat Bupati sejak tahun 1896 hingga tahun 1901. Demikianlah asal mula nama Tulungagung yang dahulu sering disebut Kota Banjir. Tulungagung mengandung makna "Berasal dari Sumber air yang besar” tetapi dengan usaha dan bantuan yang besar pula dapat memberi pertolongan yang besar.
Nama-nama Bupati / Kepala Daerah yang memimpin Tulungagung sejak berdirinya Pemerintahan di Tulungagung
1. KYAI NGABEHI MANGUNDIRONO, Bupati Ngrowo di Kalangbret
2. TONDOWIDJOJO, Bupati Ngrowo di Kalangbret
3. R.M. MANGOENNEGORO, Bupati Ngrowo di Kalangbret
4. R.M.T. PRINGGODININGRAT, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1824-1830
5. R.M.T. DJAJANINGRAT, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1831-1855
6. R.M.A SOEMODININGRAT, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1856-1864
7. R.T. DJOJOATMOJO, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1864-1865
8. RMT GONDOKOESOEMO, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1865-1879
9. RT SOEMODIRJO, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1879-1882
10. RMT PRINGGOKOESOEMO, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1882-1895
11. RT PATOWIDJOJO, Bupati Ngrowo di Tulungagung 1896-1901
12. RT COKROADINEGORO, Bupati Tulungagung 1902-1907
13. RPA SOSRODININGRAT, Bupati Tulungagung 1907-1943
14. R. DJANOEISMADI, Kenchoo Tulungagung 1943-1945
15. R. MOEDAJAT, Bupati Tulungagung 1945-1947
16. R. MOCHTAR PRABU MANGKUNEGORO, Bupati Tulungagung 1947-1950
17. R. MOETOPO, Bupati Tulungagung 1951-1958
18. DWIDJOSOEPARTO, Kepala Daerah Tulungagung 1958-1960
19. KASRAN, Bupati Tulungagung 1958-1959
20. R. SOERYOKOESOEMO, Pd. Bupati 1959-1960
21. M. POEGOEH TJOKROSOEMARTO, Bupati/Kepala Daerah 1960-1966
22. R. SOENDARTO, Pd. Bupati/Kep.Daerah 1966-1968
23. LETKOL (U) SOENARDI, Bupati/Kepala Daerah 1968-1973
24. LETKOL INF. MARTAWISOEROSO, Bupati/Kepala Daerah 1973-1978
25. SINGGIH, Bupati/Kepala Daerah 1978-1983
26. DRS.MOH. POERNANTO, Bupati/Kepala Daerah 1983-1987
27. DRS. H. JAIFUDIN SAID,
28. Drs. BUDI SOESETYO Bupati Tulungagung 1999-2003
29. IR. HERU TJAHJONO, MM. Bupati Tulungagung 2003-2013
30. Syahri Mulyo, SE Bupati Tulungagung 2013-2018

MATA IKAN DI KAKI (O.O)

 
Penyakit mata ikan adalah gangguan kulit manusia yang dalam istilah medisnya disebut Clavus. Penyakit yang sering menyerang kaki ini, kadang-kadang juga menyerang pada tangan dan jari. Penyakit ini tidak terdengar elit dan terkesan biasa. Oleh karena itu, orang-orang dengan mata ikan jarang melaporkannya ke tim medis karena malu sehingga penyakit tidak segera diobati. Padahal, bilatidak segera diobati, mata ikan akan tumbuh besar.
Sebuah indikasi dari munculnya penyakit mata ikan adalah penebalan kulit karena tekanan atau gesekan benda keras. Penebalan awal kulit berfungsi untuk melindungi kulit, tetapi jika diperluas, akan menyebabkan peradangan dan nyeri. Penyakit mata ikan memiliki inti yang mirip dengan mata ikan sungguhan dimana jika disentuh terasa sakit luar biasa. Jika kondisi menjadi parah, maka Anda akan beresiko memiliki luka atau borok. Borok ini biasanya muncul di kaki, di daerah tumit.

Penyebab Penyakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV). Penyebab mata ikan lainnya adalah tekanan yang berlebihan dan terus-menerus pada daerah-daerah tertentu dari kulit. Penyakit ini harus ditangani dengan cepat karena jika dibiarkan Anda akan beresiko terkena infeksi ulkus. Tekanan konstan dan gesekan pada anggota tubuh dapat menyebabkan mata ikan. Seperti penggunaan palu pada tukang kayu dapat mengentalkan kulit telapak tangan dan ada risiko pertumbuhan mata ikan.
 

Cara Mengobati Penyakit Mata Ikan

Jika kondisi tidak mengganggu maka biarkan saja dulu, tetapi jika mengganggu pengobatannya adalah dengan operasi. Pada dasarnya, menghilangkan mata ikan dengan melakukan operasi kecil adalah cara cepat untuk menghilangkan rasa sakit. Karena operasi kecil, dapat menghilangkan bisul yang mengganggu. Namun, jika Anda ingin mengangkat mata ikan tanpa operasi, dapat diuji dengan menerapkan salep keratolik fisheye, atau memberikan obat topikal yang dapat mengurangi lapisan GCC pada kulit tebal dimana obat ini mengandung urea, asam / malic salisilat / glycolic.
Untuk mencegah mata ikan di kaki, pertimbangkan sepatu yang digunakan dalam beberapa tahun terakhir telah nyaman atau terlalu sempit. Ganti kaus kaki secara teratur.
Sebelum pergi ke dokter, hindarilah berbagai penyebab mata ikan. Misalnya dengan tidak memakai sepatu yang terlalu sempit. Hal ini karena penyebab awal mata ikan adalah penebalan kulit, maka cara menanganinya adalah dengan mengurangi penebalan kulit.
Untuk cara pengobatan awal mata ikan, bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:
Rendam kaki dengan air yang hangat yang sudah dicampur dengan sabun mandi selama sekitar seperempat jam.
Selanjutnya, gosok kulit yang menebal dengan batu apung. Jangan mengikis kulit yang menebal secara langsung, tapi lakukan secara bertahap sedikit demi sedikit dulu.
Setelah beberapa saat, angkat kaki dari rendaman dan cccuci dengan air bersih lalu keringkan dengan handuk.
Sebelum kaki benar-benar kering, oleskan salep yang memiliki kandungan asam salisilat 40% yang berguna untuk mengangkat sel kulit mati. Salah satu salep yang bisa digunakan adalah salep Callusol.